Selasa, 29 Oktober 2013

The Best Mud Mountain Bike Tires

Mengendarai sepeda gunung melalui lumpur membutuhkan ban yang berbeda. Ketika berlapis dengan tanah basah, ban sepeda akan kehilangan pegangan dan beban garpu dan rantai tetap dengan lumpur, memperlambat kecepatan pengendara dan meningkatkan tenaga yang diperlukan untuk bersaing dengan pak. Ban lumpur terbaik meningkatkan traksi melalui saluran yang lebih luas antara tombol-tombol dan alur, sehingga puing-puing untuk melewati cepat.

Baca lebih lanjut di Trails.com: The Best Mud Ban Mountain Bike | Trails.com http://www.trails.com/list_8551_best-mud-mountain-bike-tires.html # ixzz2j5EqC184
The Best Mud Mountain Bike Tires

Novatec Rim Carbon

Novatec tahun depan menawarkan wheelset bahan carbon. Bekerja sama dengan Factor perusahaan dari Virgin Utah. Wheelset Novatec akan dibuat dari ukuran 26, 27.5 dan 29er. Memiliki lebar 21 mm dan harganya di kisaran 2000 dollar.

Bart 27,5 inch sekitar 1.500g, 29er sekitar 1.550g. Produk dibawah dipamerkan di pameran Interbike 2013 lalu. Akan tersedia untuk roda sepeda MTB dan roadbike


Sejarah Mountain Bike (MTB)

Hikayat menyebutkan, sepeda dahulu kala dibuat pertama kali bukan untuk sarana rekreasi apalagi olahraga namun murni sebagai bentuk transportasi yang lebih efisien dan tak menguras tenaga ketimbang jalan kaki. Di zaman Mesir Kuno, sepeda hanyalah sebuah balok melintang dengan dua roda kayu di bawahnya. Kala itu tak dikenal pengayuh atau pedal. Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817.

Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.
Yang mempopulerkan pedal dan rantai penggerak roda belakang adalah James Starley. Sehingga pada tahun 1900 di Amerika Serikat tercatat ada 70 ribu buruh untuk membuat 4 juta unit sepeda. James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil.

Ban Sepeda, Apa yang Harus Diketahui

Membeli ban sepeda tidak terlalu rumit. Tetapi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Jenis sepeda dan jenis berkendara (off road, balap, commuter) mempengaruhi pemilihan jenis ban sehingga memberikan performa yang baik. Ini beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Tahu Ukuran Ban yang Dibutuhkan – Dimensi

Ukuran ban standar untuk sepeda dewasa seperti sepeda gunung, hibrid dan lain lain biasanya antara 26 atau 27 inch, yang merupakan ukuran luar diameter ban. Sekarang roda ban berukuran metric, antara 650 mm atau 700 mm umumnya. BMX biasanya 20 inch.
Size ban nampak pada bagian samping ban.

Senin, 28 Oktober 2013

Tip merawat rem sepeda jenis disk brake, khususnya bagian kanvas atau brake pad.

Untuk merawat rem disk brake untuk sepeda ada beberapa tip seperti dibawah ini.
  1. Jangan pernah membiarkan permukaan rotor atau cakram rem kotor. Karena akan menumpuk dibagian brake pad. Kekuatan rem menjadi tidak optimal.
  2. Jangan pernah membiarkan rotor atau cakram terkena minyak. Bila rotor secara tidak sengaja terkena minyak, sebaiknya langsung mencabut roda dan bersihkan bagian rotor. Bila rotor terkena minyak dan di biarkan, minyak yang disapu oleh brake pad. Hal tersebut menyebabkan rem menjadi blong. Bisa digambarkan seperti kanvas rem atau brake pad sudah diberikan minyak. Pastinya tidak akan mencengkram dengan baik.
  3. Bila brake pad terkontaminasi oleh minyak, sebaiknya langsung di cabut dan dibersihkan. Jangan biarkan minyak yang menempel pada brake pad menempel dan merembes kedalam kanvas. Bila sudah terjadi, anda akan berurusan untuk membeli brake pad baru.
  4. Khusus untuk bagian rotor, jangan tertindih atau tertimpa benda lain. Misal anda membawa ban lalu ditumpuk diatas bagasi, rotor yang terlihat amat kuat bisa melengkung karena beban berat.
  5. Khusus untuk rem Hidraulic atau rem Hidrolik. Setiap melepas ban, jangan lupa memasang kembali protektor untuk brake pad. Penguna sepeda gunung dengan rem jenis hidrolik terkadang lupa memasangkan protektor pada brake pad. Ketika tuas rem tertekan secara tidak sengaja, maka bagian brake pad akan menjepit. Tetapi tidak bisa kembali seperti semula. Hasilnya brake pad akan terkunci dan penguna sepeda tidak bisa memasukan ban karena terhalang oleh brake pad yang masih menjepit. Untuk menangani hal ini, biasanya di gunakan obeng untuk mendongkrak agar brake pad yang menjepit bisa terbuka kembali. 
  6. Jangan melepas brake-pad atau kanvas rem Hidrolik dan memainkan tekanan brake lever / tuas rem. Dalam beberapa kasus, caliper untuk menjepit rotor bisa menyebabkan oli rem menetes keluar. Disebabkan dorongan dari tekanan oli dari brake lever dan mendorong bagian piston dibawah sehingga terjadi kebocoran.